Langsung ke konten utama

Alasan Menggunakan Aplikasi Yummy App

Dari sekian banyak aplikasi yang memberikan tutorial tentang resep makanan mulai dari bahan-bahan apa saja yang digunakan hingga cara mengolah dan memasaknya step by step, Yummy App menarik perhatian saya. Ada beberapa alasan yang ingin saya berikan melalu tulisan ini mengenai aplikasi resep masakan Yummy App ini. Enjoy reading!

1. User Interface yang bersahabat

Ini yang pertama kali menarik perhatian saya ketika membuka aplikasi Yummy App. Penempatan panel, tombol dan fitur pencariannya tersusun rapi sehingga memudahkan para pengguna untuk mencari resep masakan dan resep makanan yang diinginkan. Pemilihan warna untuk aplikasi pun tidak terlalu ramai bahkan pas dan cocok karena tidak berlelbihan. Pemilihan font tulisan juga pun tidak yang terlalu norak bahkan mudah dibaca sehingga tidak menyulitkan para pengguna ketika ingin mengikuti tutorial resep masakan.

2. Pencarian resep makanan berdasarkan bahan yang tersedia

Yang ini langka banget sih, sejauh ini saya belum pernah menemukan aplikasi resep masakan yang kayak begini sih. Pada bagian menu ‘Masak’, kita dapat memasukkan ke dalam kolom pencarian bahan-bahan apa saja yang kita punya dan aplikasi Yummy App akan memberikan beberapa pilihan menu resep masakan yang sesuai dengan bahan yang kita punya. Jadi, ga perlu khawatir apabila kita hanya memiliki sedikit dari bahan makanan yang ada di kulkas. Yummy App dapat memberikan solusi memasak untuk kita sesuai dengan bahan-bahan yang kita punya. Keren ga tuh…

3. Terdapat akun chef ternama yang dapat kita ikuti resep-resepnya

Kadang, kita pengen banget memasak makanan seperti Chef handal. Dan di sini ada loh. Sebut saja seperti Chef Arnold Poernomo, Chef Gilang, Chef Nunu dan masih banyak lagi chef handal yang berbagi resep masakan melalui aplikasi ini. Kapan lagi kan masak-masak dengan resep ala-ala chef yang udah terkenal. Penjelasan dari bahan-bahan yang digunakan dan langkah-langkah pembuatannya juga dijelaskan dengan cukup detail.

4. Bisa tulis resep sendiri

Di saat pandemi kayak begini, gabut banget ga sih? Nah, daripada cuma tidur-tiduran aja, mendingan bikin resep baru dan berbagi di aplikasi Yummy App. Selain mengisi waktu luang di kala pandemi, tentu akan meningkatkan kreatifitas kita juga kan? Yuk isi kegiatan kita dengan meningkatkan kreatifitas dan lebih aktif lagi. Indahnya berbagi…

5. Terdapat event & promosi yang bisa diikuti

Nah, salah satu event yang sedang berlangsung adalah lomba menulis blog tentang aplikasi Yummy App. Penulisan ini saya tujukan untuk mengikuti lomba tersebut. Tentunya tidak hanya event ini saja, masih banyak event lain bahkan promosi yang tersedia di aplikasi ini. Jadi, pantengin terus aja yaaah.

6. Mudah mendaftarkan akun

Untuk membuat akun di Yummy App tidak sulit kok. Gampang dan mudah banget. Cukup login menggunakan akun Google, Facebook atau email lain yang kita punya. Selebihnya, hanya mengisikan biodata singkat saja sebagaimana media sosial pada umumnya.

7. Selalu up to date dalam makanan-makanan yang sedang Trending

Terkadang, kita malah tidak tahu jajanan dan masakan apa sih yang lagi trending? Kita malah cuma masak mie rebus pakai telor aja. Padahal, dari mie rebus tersebut bisa dikreasikan dengan ditambahkan kondimen-kondimen lain seperti bakso, keju, sosis, kornet dan lain-lain. Nah, di aplikasi ini, ga perlu takut ketinggalan zaman dalam hal resep makanan. Apa pun yang trending tentang makanan-makanan yang lagi hits, selalu up to date deh pokoknya.

Wah, ga habis-habis kayaknya ini banyak banget alasannya yaaah? Kayaknya segitu aja deh alasan-alasan yang bisa saya berikan melalui tulisan saya ini. Dengan ini, saya bisa menyimpulkan bahwa Yummy App merupakan sebuah contoh aplikasi resep masakan yang sudah bisa dikategorikan sebagai media sosial yang lebih spesifik dalam hal masakan dan makanan. Yuk download aplikasi Yummy App di sini. Sebagai tambahan, saya kasih sedikit spoiler dari aplikasi Yummy App ini yaaah.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manusia dan Keindahan

Tiada keraguan sedikitpun bahwasanya di dalam naluri tiap manusia menyukai yang namanya keindahan. Sungguh sangatlah aneh jika ada seorang manusia menyalahi atau tidak menyukai keindahan. Keindahan yang begitu menyejukkan mata, menenangkan hati dan menentramkan jiwa sangatlah memanjakan diri. Sungguh sebuah anugrah yang tiada tara jika kita dapat menikmati keindahan yang ada di dunia ini. Bagaimana jika kita tidak dapat menikmatinya? Entah itu karena disebabkan kita tidak bisa melihat atau yang lain? Kita hanya bisa menggigit jari dan mendengar saja apa yang disampaikan kepada kita mengenai keindahan alam sekitar kita. Sekedar menjadi penikmat buta saja. Oleh karenanya, sudah sepantasnya kita bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kita kenikmatan yang tiada tara sehingga kita dapat menikmati keindahan ciptaan-Nya. Manusia terbagi ke dalam dua jenis, laki-laki dan perempuan. Laki-laki memiliki ciri dan karakter tersendiri. Begitu pun perempuan. Laki-laki memandang keindahan da...

Di Balik Renunganku (part 1)

Aku heran juga terkejut melihat dunia ini. Begitu mudahnya kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Kalau itu dengan cara yang halal dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku, tentu tidak akan menjadi bahan pemikiranku. Tapi, bagaimana jika cara yang digunakan untuk mendapatkannya adalah dengan cara yang haram dan melanggar norma-norma yang berlaku? Tidakkah mereka, orang-orang yang menggunakan cara yang haram dan melanggar peraturan, berpikir dan merenungi apa yang telah mereka perbuat? Bahkan mereka merelakan nyawa orang-orang yang mereka sayangi dan cintai kandas dari dunia ini demi mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka lebih mementingkan kepuasan diri dengan mengesampingkan orang-orang di sekitarnya. Sekali lagi, aku benar-benar terlarut dalam keheranan dan keterkejutanku. Bagaimana tidak? Apa yang telah mereka lakukan dan perbuat sangat bertentangan dengan hak asasi manusia di mana orang-orang yang telah mereka dzolimi juga memiliki hak yang sama, mendapatkan apa ya...

Mencari Jalan Tengah Antara Lelaki dan Perempuan

Seorang lelaki mengatakan kepada seorang perempuan, “Kamu harusnya ngertiin aku dong! Aku sudah capek begini, kamu masih aja maksa aku nemenin kamu jalan-jalan.” Padahal di sisi lain, si lelaki tidak mengerti si perempuan. Kesannya hanya ingin dimengerti saja. Dan seorang perempuan mengatakan kepada seorang lelaki, “Kamu gimana, sih? Masa aku harus datang ke tempat kamu sekarang? Aku kan lagi sakit. Kamu ngertiin aku kenapa sih?” Padahal di sisi lain, si perempuan tidak mengerti si lelaki. Kesannya adalah sama, ingin dimengerti. Dari kedua ilustrasi di atas, terjadi kurangnya rasa pengertian antara lelaki dan perempuan. Di suatu sisi, si lelaki menginginkan untuk diperhatikan oleh si perempuan. Dan begitu pula perempuan, menginginkan untuk diperhatikan oleh si lelaki. Terjadi ketidakseimbangan keinginan antara mereka yang mana memang tiap individu menginginkan untuk diperhatikan. Hal ini merupakan bentuk daripada sebuah keegoisan. Bagaimanakah seharusnya? Sebagaimana pada judul ...