Langsung ke konten utama

Kemampuan Personal 1

Kemampuan personal merupakan kemampuan yang datangnya dari diri sendiri, dengan pengetahuan mampu menunjukkan sikap, tingkah laku dan tindakan yang menggambarkan kepribadian Indonesia, memahami nilai-nilai keagamaan, memiliki wawasan yang luas dan mempunyai kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.


Kemampuan personal juga merupakan salah satu dari kemampuan yang harus dimiliki oleh seseorang disamping kemampuan akademik dan kemampuan profesional. Kemampuan akademik adalah kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi secara ilmiah, baik secara tersirat maupun tersurat, mendalami dan menguasai peralatan analisis, berfikir secara logis, kritis, penuh dengan perhitungan yang matang, mampu merumuskan dan menuntaskan masalah. Sedangkan kemampuan profesional adalah kemampuan dalam suatu bidang profesi yang ahli di bidangnya.

Sebagai contoh saja, jika salah satu dari tiga keterampilan atau kemampuan tersebut tidak dimiliki dan dikuasai oleh seorang bendahara atau seseorang yang bekerja di bagian keuangan suatu instansi, misalnya adalah kemampuan personal yang tidak dikuasai, maka orang tersebut bisa saja menjadi seorang koruptor.

Jadi, kemampuan personal sangatlah penting dan hendaknya lebih diutamakan dibandingkan dengan kemampuan atau keterampilan yang lainnya agar tercerminkan kepribadian bangsa Indonesia. Lebih sederhananya, kemampuan personal adalah kemampuan di mana seseorang dapat menempatkan dirinya di lingkungan yang sedang ia hadapi, menempatkan sesuatu pada tempatnya.

Ketika kemampuan tersebut berkaitan dengan kepribadian bangsa Indonesia, orang tersebut dapat memposisikan dirinya sebagai warga negara yang taat dengan norma-norma yang telah ditentukan oleh negara, tidak bertindak semena-mena dan tidak melakukan suatu tindakan atau perbuatan apapun yang bersifat menentang.

Ketika kemampuan tersebut disandingkan dengan nilai-nilai keagamaan, sebagai contoh, ketika ada sekumpulan jamaah sedang beribadah, orang tersebut tidak mengganggu, tidak mengusik dan tidak merusak keseriusan dan kekhusyukan ibadah mereka. Ia menghormati jamaah tersebut yang sedang beribadah.

Dan berbagai kondisi lainnya yang mana jika seseorang memiliki kemampuan personal yang baik, maka ia akan dengan mudah menghadapi suatu permasalahan. Karena ia pandai menempatkan dirinya. Ia memberikan inspirasi kepada yang lainnya. Intinya adalah orang tersebut dapat memposisikan dirinya di suatu lingkungan di mana ia berada, ia tahu harus bagaimana dan ia tahu harus berbuat apa.

Bersambung...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manusia dan Harapan

Tiap manusia memiliki harapan. Kalau tidak memiliki harapan, manusia bagaikan seonggok daging berbentuk indah, terstruktur yang hidup. Harapan akan menjadi sebuah kenyataan jika kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh, berdoa dan memohon kepada Yang Maha Kuasa agar kiranya harapan kita dikabulkan. Dengan segala harapan yang dimiliki seseorang, mereka akan berjuang demi mencapai harapannya. Namun, ia tidak sendiri. Ada sejumlah orang di sekitarnya yang dapat membantunya. Karena itulah akan terjadi sebuah interaksi sosial sehingga manusia disebut makhluk sosial. Manusia dengan segala harapannya berkeinginan agar semua harapannya dapat terwujudkan. Akan tetapi, apakah akan didapatkan dengan mudah tanpa usaha sama sekali? Semua akan bisa dan dapat terealisasikan sesuai dengan apa yang kita harapkan jika saja kita yakin, percaya, berusaha dan tawakkal kepada-Nya. Itu kuncinya. Tanpa kunci tersebut, belum tentu harapan kita dapat terealisasikan. Allahu A’lam..

Di Balik Renunganku (part 2)

Dunia ini membuatku heran dan bingung. Fungsi dan arti dari persahabatan, dewasa ini, sangatlah berbeda dengan fungsi dan arti yang dulu. Memang, fungsi dan arti persahabatan yang masih melekat hingga dewasa ini salah satunya adalah menghibur disaat sedih, menemani disaat sendiri dan mendukung ketika butuh dukungan. Akan tetapi, ada saja beberapa pandangan dan asumsi dari sebahagian orang yang saya rasa pandangan dan asumsi tersebut menjadi alasan mereka untuk menunda-nunda hak dari temannya.   Contoh kecilnya adalah ketika seseorang meminjam uang kepada temannya. Ia berjanji akan mengembalikannya sesuai dengan janji yang ia tentukan bersama temannya. Tetapi, batas waktu yang telah ditentukan telah berlalu, sedangkan ia belum mengembalikan uang tersebut. Dengan alasan yang cukup klasik dan saya pribadi tidak menyukai alasan tersebut, “Ah, nyantai aja. Kan ama temen ini ngutangnya. Jadi yaa nyantai aja.”  Tidakkah ia berpikir? Ia sudah berjanji untuk mengembalikan uang...