Langsung ke konten utama

Kemampuan Personal 2

Artikel ini merupakan sambungan atau lanjutan daripada artikel sebelumnya. Pada artikel sebelumnya, dijelaskan lebih kepada definisi dan analogi sederhana daripada kemampuan personal juga kemampuan-kemampuan yang lain sebagai pendukung daripada kemampuan personal, kemampuan akademis dan kemampuan profesional. Sedangkan pada artikel ini, penulis akan mencoba untuk memperjelas apa yang menjadi maksud dan tujuan daripada kemampuan personal serta disandingkan dengan kemampuan akademis dan kemampuan profesional dengan mencoba menjelaskan dengan permisalan.

Pada artikel pertama, penulis memberikan gambaran dengan seorang bendahara atau seseorang yang bekerja di bagian keuangan. Mari kita coba perhatikan kaitan atau hubungan antara kemampuan akademis, kemampuan profesional dan kemampuan personal dengan profesi bendahara atau seseorang yang bekerja di bagian keuangan.


Dengan kemampuan akademis, seorang bendahara atau seseorang yang bekerja di bagian keuangan diharuskan memiliki kemampuan menghitung, merekapitulasi data, me-manage keuangan suatu instansi dan lain-lain yang menjadi kemampuan akademis daripada seorang bendahara atau seseorang yang bekerja pada bagian keuangan.

Dengan kemampuan profesional, seorang bendahara atau seseorang yang bekerja di bagian keuangan dituntut untuk bekerja disiplin, taat aturan dan mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Begitulah kemampuan profesional. Meminta dan mengharuskan loyalitas, profesionalitas dan efektifitas kerja dengan sebaik mungkin. Mengerjakan pekerjaan sesuai dengan keahlian yang dimilikinya.

Dengan kemampuan personal, seorang bendahara atau seseorang yang bekerja di bagian keuangan diminta kesadarannya bahwa dia adalah seorang bendahara. Dia harus bekerja sesuai dengan profesinya. Dapat mengendalikan kondisi di mana ia bekerja. Dapat menempatkan dirinya sesuai dengan profesinya. Itulah kemampuan personal.

Intinya adalah, tiap-tiap kemampuan tersebut salinglah berhubungan dan saling mendukung satu sama lain. Kalau saja ada satu dari kemampuan tersebut tidak memenuhi, terutama kemampuan personal, maka akan terasa kurang atau bahkan akan menjadi masalah besar. Apabila seorang bendahara atau seseorang yang bekerja di bagian keuangan tidak bisa atau paham dengan posisinya, maka akan terjadi namanya korupsi atau penggelapan dana suatu instansi. Oleh karenanya, perhatikanlah dengan baik tiga kemampuan pokok yang harus dimiliki seseorang ketika ingin melamar suatu pekerjaan.

Apapun pekerjaannya, kita harus bisa menempatkan posisi kita sesuai pekerjaan kita. Itulah kemampuan personal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manusia dan Keindahan

Tiada keraguan sedikitpun bahwasanya di dalam naluri tiap manusia menyukai yang namanya keindahan. Sungguh sangatlah aneh jika ada seorang manusia menyalahi atau tidak menyukai keindahan. Keindahan yang begitu menyejukkan mata, menenangkan hati dan menentramkan jiwa sangatlah memanjakan diri. Sungguh sebuah anugrah yang tiada tara jika kita dapat menikmati keindahan yang ada di dunia ini. Bagaimana jika kita tidak dapat menikmatinya? Entah itu karena disebabkan kita tidak bisa melihat atau yang lain? Kita hanya bisa menggigit jari dan mendengar saja apa yang disampaikan kepada kita mengenai keindahan alam sekitar kita. Sekedar menjadi penikmat buta saja. Oleh karenanya, sudah sepantasnya kita bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kita kenikmatan yang tiada tara sehingga kita dapat menikmati keindahan ciptaan-Nya. Manusia terbagi ke dalam dua jenis, laki-laki dan perempuan. Laki-laki memiliki ciri dan karakter tersendiri. Begitu pun perempuan. Laki-laki memandang keindahan da...

Di Balik Renunganku (part 1)

Aku heran juga terkejut melihat dunia ini. Begitu mudahnya kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Kalau itu dengan cara yang halal dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku, tentu tidak akan menjadi bahan pemikiranku. Tapi, bagaimana jika cara yang digunakan untuk mendapatkannya adalah dengan cara yang haram dan melanggar norma-norma yang berlaku? Tidakkah mereka, orang-orang yang menggunakan cara yang haram dan melanggar peraturan, berpikir dan merenungi apa yang telah mereka perbuat? Bahkan mereka merelakan nyawa orang-orang yang mereka sayangi dan cintai kandas dari dunia ini demi mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka lebih mementingkan kepuasan diri dengan mengesampingkan orang-orang di sekitarnya. Sekali lagi, aku benar-benar terlarut dalam keheranan dan keterkejutanku. Bagaimana tidak? Apa yang telah mereka lakukan dan perbuat sangat bertentangan dengan hak asasi manusia di mana orang-orang yang telah mereka dzolimi juga memiliki hak yang sama, mendapatkan apa ya...

Mencari Jalan Tengah Antara Lelaki dan Perempuan

Seorang lelaki mengatakan kepada seorang perempuan, “Kamu harusnya ngertiin aku dong! Aku sudah capek begini, kamu masih aja maksa aku nemenin kamu jalan-jalan.” Padahal di sisi lain, si lelaki tidak mengerti si perempuan. Kesannya hanya ingin dimengerti saja. Dan seorang perempuan mengatakan kepada seorang lelaki, “Kamu gimana, sih? Masa aku harus datang ke tempat kamu sekarang? Aku kan lagi sakit. Kamu ngertiin aku kenapa sih?” Padahal di sisi lain, si perempuan tidak mengerti si lelaki. Kesannya adalah sama, ingin dimengerti. Dari kedua ilustrasi di atas, terjadi kurangnya rasa pengertian antara lelaki dan perempuan. Di suatu sisi, si lelaki menginginkan untuk diperhatikan oleh si perempuan. Dan begitu pula perempuan, menginginkan untuk diperhatikan oleh si lelaki. Terjadi ketidakseimbangan keinginan antara mereka yang mana memang tiap individu menginginkan untuk diperhatikan. Hal ini merupakan bentuk daripada sebuah keegoisan. Bagaimanakah seharusnya? Sebagaimana pada judul ...