Langsung ke konten utama

Manusia dan Keadilan

Menurut pandangan saya, keadilan merupakan sebuah kondisi di mana kita dapat menempatkan, menyesuaikan dan mengklarifikasikan mana yang merupakan hak dan mana yang merupakan kewajiban, mana yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Jadi, jika kita berbuat adil atau menegakkan keadilan harus dapat mengklarifikasi dulu manakah yang disebut hak dan manakah yang disebut kewajiban.


Dengan keadilan, kita dapat melaksanakan segala kegiatan dan aktifitas kita dengan aman dan lancar juga terkendali. Dengan keadilan juga, kita dapat lebih selektif dalam menjalani sepak terjang kehidupan.

Banyak sekali yang kita dapatkan dari sebuah keadilan. Tak dapat dibayangkan jika keadilan sudah lagi tiada berpihak dengan kita. Untuk menjaga semua itu, tentulah kita sebagai manusia yang memiliki hati nurani menjaga dan melestarikan esensi keadilan demi terwujudnya kehidupan yang aman dan tenang.

Semua itu tidak akan pernah terwujud jika kita tidak pernah bersatu untuk mempertahankan sebuah keadilan yang merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Maka dari itu, bersatulah demi mewujudkan keadilan yang begitu didamba-dambakan.

Allahu A’lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kemampuan Personal 1

Kemampuan personal merupakan kemampuan yang datangnya dari diri sendiri, dengan pengetahuan mampu menunjukkan sikap, tingkah laku dan tindakan yang menggambarkan kepribadian Indonesia, memahami nilai-nilai keagamaan, memiliki wawasan yang luas dan mempunyai kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Kemampuan personal juga merupakan salah satu dari kemampuan yang harus dimiliki oleh seseorang disamping kemampuan akademik dan kemampuan profesional. Kemampuan akademik adalah kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi secara ilmiah, baik secara tersirat maupun tersurat, mendalami dan menguasai peralatan analisis, berfikir secara logis, kritis, penuh dengan perhitungan yang matang, mampu merumuskan dan menuntaskan masalah. Sedangkan kemampuan profesional adalah kemampuan dalam suatu bidang profesi yang ahli di bidangnya. Sebagai contoh saja, jika salah satu dari tiga keterampilan atau kemampuan tersebut tidak dimiliki dan dikuasai oleh seorang bendah...

Manusia dan Harapan

Tiap manusia memiliki harapan. Kalau tidak memiliki harapan, manusia bagaikan seonggok daging berbentuk indah, terstruktur yang hidup. Harapan akan menjadi sebuah kenyataan jika kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh, berdoa dan memohon kepada Yang Maha Kuasa agar kiranya harapan kita dikabulkan. Dengan segala harapan yang dimiliki seseorang, mereka akan berjuang demi mencapai harapannya. Namun, ia tidak sendiri. Ada sejumlah orang di sekitarnya yang dapat membantunya. Karena itulah akan terjadi sebuah interaksi sosial sehingga manusia disebut makhluk sosial. Manusia dengan segala harapannya berkeinginan agar semua harapannya dapat terwujudkan. Akan tetapi, apakah akan didapatkan dengan mudah tanpa usaha sama sekali? Semua akan bisa dan dapat terealisasikan sesuai dengan apa yang kita harapkan jika saja kita yakin, percaya, berusaha dan tawakkal kepada-Nya. Itu kuncinya. Tanpa kunci tersebut, belum tentu harapan kita dapat terealisasikan. Allahu A’lam..

Di Balik Renunganku (part 2)

Dunia ini membuatku heran dan bingung. Fungsi dan arti dari persahabatan, dewasa ini, sangatlah berbeda dengan fungsi dan arti yang dulu. Memang, fungsi dan arti persahabatan yang masih melekat hingga dewasa ini salah satunya adalah menghibur disaat sedih, menemani disaat sendiri dan mendukung ketika butuh dukungan. Akan tetapi, ada saja beberapa pandangan dan asumsi dari sebahagian orang yang saya rasa pandangan dan asumsi tersebut menjadi alasan mereka untuk menunda-nunda hak dari temannya.   Contoh kecilnya adalah ketika seseorang meminjam uang kepada temannya. Ia berjanji akan mengembalikannya sesuai dengan janji yang ia tentukan bersama temannya. Tetapi, batas waktu yang telah ditentukan telah berlalu, sedangkan ia belum mengembalikan uang tersebut. Dengan alasan yang cukup klasik dan saya pribadi tidak menyukai alasan tersebut, “Ah, nyantai aja. Kan ama temen ini ngutangnya. Jadi yaa nyantai aja.”  Tidakkah ia berpikir? Ia sudah berjanji untuk mengembalikan uang...