Langsung ke konten utama

Manusia dan Pandangan Hidup

Tiap orang pastilah memiliki pandangan hidup mereka. Dengan pandangan mereka tersebut jadilah sebuah prinsip hidup. Ada yang menjadikan pengalaman mereka sebagai pandangan hidup mereka, ada juga yang menjadikan orang-orang berpengaruh sebagai pandangan hidup mereka dan masih banyak lagi rujukan-rujukan mereka yang dijadikan sebagai prinsip dan pandangan hidup mereka.

Semua itu tidak masalah. Tiap orang memiliki tujuan hidup dan pandangan hidup masing-masing. Karena dengan itulah, mungkin mereka bisa memotivasi diri mereka agar bisa bertahan hidup di tengah-tengah persaingan yang ketat di kehidupan ini.

Namun, yang menjadi masalah adalah apakah prinsip dan pandangan hidup kita ini sudah benar, benar dalam artian tidak mengganggu keresahan orang-orang di sekitar kita, tidak juga merugikan mereka?


Ada sebahagian orang yang memiliki pandangan hidup, tetapi membuat resah orang-orang di sekitarnya. Seperti yang sedang heboh beritanya akhir-akhir ini mengenai teroris. Apa yang mereka inginkan, apa yang mereka cita-citakan, apa yang mereka angan-angankan semua baik dan tidak diragukan. Hanya saja, bagaimana aplikasi dan interpretasi mereka dalam menjalani apa yang mereka inginkan, cita-citakan dan angan-angankan yang kurang tepat.

Dalam kacamata Islam, berjihad adalah wajib. Wajib di sini juga memiliki aturan khusus yang merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar. Di antaranya adalah kita sebagai mujahidin tidaklah boleh bahkan dilarang keras merusak pepohonan, bangunan-bangunan di sekitar medan perang. Tapi, apa yang kita lihat? Betapa banyak bangunan-bangunan dan tumbuh-tumbuhan di sekitar kita yang rusak akibat dari ledakan-ledakan yang timbul.

Di antaranya juga adalah kita sebagai mujahidin tidaklah boleh bahkan dilarang keras membunuh kaum wanita juga anak-anak kecil. Tapi, bagaimana realitanya? Begitu banyak para wanita dan anak-anak kecil yang menjadi korban dalam aksi pengeboman yang sedang begitu marak akhir-akhir ini.

Yang menjadi titik permasalahannya di sini adalah bagaimana kita memahami agama ini secara utuh dan tidak ada penyelewengan. Mungkin, ilmu agama yang sudah didapat dan dipelajari begitu banyak. Tetapi, cara memahami ilmu dan aplikasinya dalam kehidupan yang menjadi cerminan ilmu kita.

Kesimpulan yang dapat kita ambil adalah, masing-masing kita boleh memiliki prinsip dan pandangan hidup yang beragam selama prinsip dan pandangan hidup tersebut tidak merugikan orang-orang di sekitar kita. Bukankah menjadi sebuah kepuasan tersendiri jika prinsip dan pandangan hidup kita menjadi panutan bagi penerus kita jika banyak juga yang menyukai prinsip dan pandangan hidup kita?

Wallahu A’lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manusia dan Keindahan

Tiada keraguan sedikitpun bahwasanya di dalam naluri tiap manusia menyukai yang namanya keindahan. Sungguh sangatlah aneh jika ada seorang manusia menyalahi atau tidak menyukai keindahan. Keindahan yang begitu menyejukkan mata, menenangkan hati dan menentramkan jiwa sangatlah memanjakan diri. Sungguh sebuah anugrah yang tiada tara jika kita dapat menikmati keindahan yang ada di dunia ini. Bagaimana jika kita tidak dapat menikmatinya? Entah itu karena disebabkan kita tidak bisa melihat atau yang lain? Kita hanya bisa menggigit jari dan mendengar saja apa yang disampaikan kepada kita mengenai keindahan alam sekitar kita. Sekedar menjadi penikmat buta saja. Oleh karenanya, sudah sepantasnya kita bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kita kenikmatan yang tiada tara sehingga kita dapat menikmati keindahan ciptaan-Nya. Manusia terbagi ke dalam dua jenis, laki-laki dan perempuan. Laki-laki memiliki ciri dan karakter tersendiri. Begitu pun perempuan. Laki-laki memandang keindahan da...

Di Balik Renunganku (part 1)

Aku heran juga terkejut melihat dunia ini. Begitu mudahnya kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Kalau itu dengan cara yang halal dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku, tentu tidak akan menjadi bahan pemikiranku. Tapi, bagaimana jika cara yang digunakan untuk mendapatkannya adalah dengan cara yang haram dan melanggar norma-norma yang berlaku? Tidakkah mereka, orang-orang yang menggunakan cara yang haram dan melanggar peraturan, berpikir dan merenungi apa yang telah mereka perbuat? Bahkan mereka merelakan nyawa orang-orang yang mereka sayangi dan cintai kandas dari dunia ini demi mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka lebih mementingkan kepuasan diri dengan mengesampingkan orang-orang di sekitarnya. Sekali lagi, aku benar-benar terlarut dalam keheranan dan keterkejutanku. Bagaimana tidak? Apa yang telah mereka lakukan dan perbuat sangat bertentangan dengan hak asasi manusia di mana orang-orang yang telah mereka dzolimi juga memiliki hak yang sama, mendapatkan apa ya...

Mencari Jalan Tengah Antara Lelaki dan Perempuan

Seorang lelaki mengatakan kepada seorang perempuan, “Kamu harusnya ngertiin aku dong! Aku sudah capek begini, kamu masih aja maksa aku nemenin kamu jalan-jalan.” Padahal di sisi lain, si lelaki tidak mengerti si perempuan. Kesannya hanya ingin dimengerti saja. Dan seorang perempuan mengatakan kepada seorang lelaki, “Kamu gimana, sih? Masa aku harus datang ke tempat kamu sekarang? Aku kan lagi sakit. Kamu ngertiin aku kenapa sih?” Padahal di sisi lain, si perempuan tidak mengerti si lelaki. Kesannya adalah sama, ingin dimengerti. Dari kedua ilustrasi di atas, terjadi kurangnya rasa pengertian antara lelaki dan perempuan. Di suatu sisi, si lelaki menginginkan untuk diperhatikan oleh si perempuan. Dan begitu pula perempuan, menginginkan untuk diperhatikan oleh si lelaki. Terjadi ketidakseimbangan keinginan antara mereka yang mana memang tiap individu menginginkan untuk diperhatikan. Hal ini merupakan bentuk daripada sebuah keegoisan. Bagaimanakah seharusnya? Sebagaimana pada judul ...