Langsung ke konten utama

Postingan

Manusia dan Kegelisahan

Manusia sangatlah berkeinginan hidup dalam lingkungan dan suasana yang damai, aman dan tentram. Begitu pula dengan suasana hati, ingin selalu dalam keadaan yang menyenangkan. Akan tetapi, tidak selamanya begitu indah. Manusia akan tetap menghadapi yang namanya kegelisahan. Kegelisahan merupakan suatu keadaan dimana manusia cemas, khawatir dan tidak tentram hatinya karena sesuatu yang ia pikirkan ditakutkan berada dalam bahaya atau sejenisnya. Akan tetapi, segala permasalahan di dunia ini pastilah ada pemecahannya. Termasuk tentang kegelisahan. Yang paling utama adalah kita bersikap tenang, rileks dan santai. Jangan lupa, kita hendaknya meminta pertolongan kepada-Nya agar kiranya kita diberikan ketenangan dan ketentraman. Manusia tidak ada yang sempurna, tidak ada yang selamanya merasakan kebahagiaan. Semua pasti merasakan kegelisahan. Oleh karenanya, kita hidup di dunia tidaklah sebatang kara. Masih banyak manusia di dunia ini yang bersedia membantu menuntaskan kegelisahan kita. Kar...

Manusia dan Harapan

Tiap manusia memiliki harapan. Kalau tidak memiliki harapan, manusia bagaikan seonggok daging berbentuk indah, terstruktur yang hidup. Harapan akan menjadi sebuah kenyataan jika kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh, berdoa dan memohon kepada Yang Maha Kuasa agar kiranya harapan kita dikabulkan. Dengan segala harapan yang dimiliki seseorang, mereka akan berjuang demi mencapai harapannya. Namun, ia tidak sendiri. Ada sejumlah orang di sekitarnya yang dapat membantunya. Karena itulah akan terjadi sebuah interaksi sosial sehingga manusia disebut makhluk sosial. Manusia dengan segala harapannya berkeinginan agar semua harapannya dapat terwujudkan. Akan tetapi, apakah akan didapatkan dengan mudah tanpa usaha sama sekali? Semua akan bisa dan dapat terealisasikan sesuai dengan apa yang kita harapkan jika saja kita yakin, percaya, berusaha dan tawakkal kepada-Nya. Itu kuncinya. Tanpa kunci tersebut, belum tentu harapan kita dapat terealisasikan. Allahu A’lam..

Manusia dan Tanggung Jawab

Tiap jiwa atau tiap manusia tidak akan pernah lepas dari tanggung jawab. Ke manapun, di manapun, kapanpun pasti membawa sebuah tanggung jawab meskipun hanya tanggung jawab yang biasa saja. Membawa jasadnya berjalan mengarungi dunia kehidupan membawa sebuah tanggung jawab yang begitu besar. Tanggung jawab sendiri adalah suatu tindakan yang bersifat wajib atau harus dilakukan dengan segala konsekuensinya. Apabila sebuah tanggung jawab yang dipikul oleh seseorang tidak dapat terlaksana, maka orang tersebut akan menerima konsekuensinya. Masing-masing orang memiliki tanggung jawab. Pemimpin memiliki tanggung jawab atas rakyatnya, seorang bapak atau ayah bertanggung jawab atas keluarganya dan banyak lagi. Yang paling utama adalah tanggung jawab atas diri kita sendiri, bagaimanakah kita menggunakan jasad kita. Apakah dengan jasad ini menimbulkan banyak kebaikan? Atau sebaliknya? Intinya adalah jikalau kita diberikan tanggung jawab, maka kita tunaikan juga laksanakan dengan baik. Seseorang...

Manusia dan Keadilan

Menurut pandangan saya, keadilan merupakan sebuah kondisi di mana kita dapat menempatkan, menyesuaikan dan mengklarifikasikan mana yang merupakan hak dan mana yang merupakan kewajiban, mana yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Jadi, jika kita berbuat adil atau menegakkan keadilan harus dapat mengklarifikasi dulu manakah yang disebut hak dan manakah yang disebut kewajiban. Dengan keadilan, kita dapat melaksanakan segala kegiatan dan aktifitas kita dengan aman dan lancar juga terkendali. Dengan keadilan juga, kita dapat lebih selektif dalam menjalani sepak terjang kehidupan. Banyak sekali yang kita dapatkan dari sebuah keadilan. Tak dapat dibayangkan jika keadilan sudah lagi tiada berpihak dengan kita. Untuk menjaga semua itu, tentulah kita sebagai manusia yang memiliki hati nurani menjaga dan melestarikan esensi keadilan demi terwujudnya kehidupan yang aman dan tenang. Semua itu tidak akan pernah terwujud jika kita tidak pernah bersatu untuk mempertahankan sebuah keadilan...

Manusia dan Pandangan Hidup

Tiap orang pastilah memiliki pandangan hidup mereka. Dengan pandangan mereka tersebut jadilah sebuah prinsip hidup. Ada yang menjadikan pengalaman mereka sebagai pandangan hidup mereka, ada juga yang menjadikan orang-orang berpengaruh sebagai pandangan hidup mereka dan masih banyak lagi rujukan-rujukan mereka yang dijadikan sebagai prinsip dan pandangan hidup mereka. Semua itu tidak masalah. Tiap orang memiliki tujuan hidup dan pandangan hidup masing-masing. Karena dengan itulah, mungkin mereka bisa memotivasi diri mereka agar bisa bertahan hidup di tengah-tengah persaingan yang ketat di kehidupan ini. Namun, yang menjadi masalah adalah apakah prinsip dan pandangan hidup kita ini sudah benar, benar dalam artian tidak mengganggu keresahan orang-orang di sekitar kita, tidak juga merugikan mereka? Ada sebahagian orang yang memiliki pandangan hidup, tetapi membuat resah orang-orang di sekitarnya. Seperti yang sedang heboh beritanya akhir-akhir ini mengenai teroris. Apa yang mereka ingi...

Manusia dan Penderitaan

Kehidupan tidaklah selamanya menyenangkan. Kehidupan tidaklah hanya berisi kebahagiaan dan kesenangan semata. Di dalam kehidupan terdapat kesusahan juga penderitaan. Yang ingin penulis bahas di sini adalah bagaimana manusia menyikapi atau menanggapi penderitaan itu. Sebahagian dari kita menanggapi suatu penderitaan adalah dengan menyalahkan alam jika karena bencana alam, atau bahkan sampai pada tahap menyalahkan Tuhan. Kalau saja diberikan kenikmatan dan rezeki tiadalah kita mengingat-Nya. Hanya dalam keadaan sedang susah, terpojok dan menderita saja kita baru mengingat-Nya dan bahkan seperti tadi, menyalahkan-Nya. Sebenarnya, kalau kita tinjau lebih jauh, banyak sekali perbuatan-perbuatan yang memberikan timbal balik kepada kita yang berupa penderitaan. Seperti contoh umum adalah penebangan pohon secara liar yang dapat menyebabkan erosi dan banjir karena penyerapan air ke dalam tanah berkurang. Dan masih banyak lagi. Itu semua adalah karena perbuatan kita. Bukannya kita mensyukuri...

Manusia dan Keindahan

Tiada keraguan sedikitpun bahwasanya di dalam naluri tiap manusia menyukai yang namanya keindahan. Sungguh sangatlah aneh jika ada seorang manusia menyalahi atau tidak menyukai keindahan. Keindahan yang begitu menyejukkan mata, menenangkan hati dan menentramkan jiwa sangatlah memanjakan diri. Sungguh sebuah anugrah yang tiada tara jika kita dapat menikmati keindahan yang ada di dunia ini. Bagaimana jika kita tidak dapat menikmatinya? Entah itu karena disebabkan kita tidak bisa melihat atau yang lain? Kita hanya bisa menggigit jari dan mendengar saja apa yang disampaikan kepada kita mengenai keindahan alam sekitar kita. Sekedar menjadi penikmat buta saja. Oleh karenanya, sudah sepantasnya kita bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kita kenikmatan yang tiada tara sehingga kita dapat menikmati keindahan ciptaan-Nya. Manusia terbagi ke dalam dua jenis, laki-laki dan perempuan. Laki-laki memiliki ciri dan karakter tersendiri. Begitu pun perempuan. Laki-laki memandang keindahan da...