Langsung ke konten utama

Facebook

Berkenalan dengan orang-orang di belahan dunia, mengetahui biodata mereka, chatting dengan mereka, tak perlu pusing-pusing memikirkan biaya untuk bisa pergi ke negara mereka. Sekarang sudah ada fasilitas berupa jejaring sosial yang dapat menjawab semua keinginan kita. Fasilitas tersebut bernama Facebook.


Sebuah jejaring sosial yang dicetuskan oleh Mark Zuckerberg ini begitu mendunia yang mana sebelumnya sempat terjadi bahan pembicaraan. Namun, sekarang telah menjadi situs yang begitu digandrungi oleh banyak kalangan terutama para remaja. Situs yang menyatukan umat manusia di seluruh dunia ini begitu mudah diakses dan disajikan dengan pilihan berbagai bahasa sesuai dengan bahasa yang dipakai di negara tersebut.

Facebook sendiri memiliki banyak kegunaan yang dapat dimanfaatkan. Di antaranya adalah kita sebagai user dapat berkomunikasi dengan orang-orang lain yang tersebar di seantero dunia, melakukan perniagaan dan masih banyak lagi kegunaan daripada facebook.

Tidak hanya kegunaan, ada juga sebahagian orang yang memanfaatkan facebook untuk tindakan yang tidak baik atau kriminal, seperti meng-upload film-film yang tidak senonoh, dan berbagai tindakan lain yang sifatnya kriminal.

Setiap fasilitas pasti ada manfaat dan kerugian pula. Tergantung bagaimana kita bisa menempatkan diri kita di saat menggunakan facebook. Apakah kita menggunakannya untuk kebaikan atau kejahatan? Hal tersebut akan mencerminkan pribadi kita yang sebenarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Renunganku (part 1)

Aku heran juga terkejut melihat dunia ini. Begitu mudahnya kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Kalau itu dengan cara yang halal dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku, tentu tidak akan menjadi bahan pemikiranku. Tapi, bagaimana jika cara yang digunakan untuk mendapatkannya adalah dengan cara yang haram dan melanggar norma-norma yang berlaku? Tidakkah mereka, orang-orang yang menggunakan cara yang haram dan melanggar peraturan, berpikir dan merenungi apa yang telah mereka perbuat? Bahkan mereka merelakan nyawa orang-orang yang mereka sayangi dan cintai kandas dari dunia ini demi mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka lebih mementingkan kepuasan diri dengan mengesampingkan orang-orang di sekitarnya. Sekali lagi, aku benar-benar terlarut dalam keheranan dan keterkejutanku. Bagaimana tidak? Apa yang telah mereka lakukan dan perbuat sangat bertentangan dengan hak asasi manusia di mana orang-orang yang telah mereka dzolimi juga memiliki hak yang sama, mendapatkan apa ya...

Manusia dan Harapan

Tiap manusia memiliki harapan. Kalau tidak memiliki harapan, manusia bagaikan seonggok daging berbentuk indah, terstruktur yang hidup. Harapan akan menjadi sebuah kenyataan jika kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh, berdoa dan memohon kepada Yang Maha Kuasa agar kiranya harapan kita dikabulkan. Dengan segala harapan yang dimiliki seseorang, mereka akan berjuang demi mencapai harapannya. Namun, ia tidak sendiri. Ada sejumlah orang di sekitarnya yang dapat membantunya. Karena itulah akan terjadi sebuah interaksi sosial sehingga manusia disebut makhluk sosial. Manusia dengan segala harapannya berkeinginan agar semua harapannya dapat terwujudkan. Akan tetapi, apakah akan didapatkan dengan mudah tanpa usaha sama sekali? Semua akan bisa dan dapat terealisasikan sesuai dengan apa yang kita harapkan jika saja kita yakin, percaya, berusaha dan tawakkal kepada-Nya. Itu kuncinya. Tanpa kunci tersebut, belum tentu harapan kita dapat terealisasikan. Allahu A’lam..

Mencari Jalan Tengah Antara Lelaki dan Perempuan

Seorang lelaki mengatakan kepada seorang perempuan, “Kamu harusnya ngertiin aku dong! Aku sudah capek begini, kamu masih aja maksa aku nemenin kamu jalan-jalan.” Padahal di sisi lain, si lelaki tidak mengerti si perempuan. Kesannya hanya ingin dimengerti saja. Dan seorang perempuan mengatakan kepada seorang lelaki, “Kamu gimana, sih? Masa aku harus datang ke tempat kamu sekarang? Aku kan lagi sakit. Kamu ngertiin aku kenapa sih?” Padahal di sisi lain, si perempuan tidak mengerti si lelaki. Kesannya adalah sama, ingin dimengerti. Dari kedua ilustrasi di atas, terjadi kurangnya rasa pengertian antara lelaki dan perempuan. Di suatu sisi, si lelaki menginginkan untuk diperhatikan oleh si perempuan. Dan begitu pula perempuan, menginginkan untuk diperhatikan oleh si lelaki. Terjadi ketidakseimbangan keinginan antara mereka yang mana memang tiap individu menginginkan untuk diperhatikan. Hal ini merupakan bentuk daripada sebuah keegoisan. Bagaimanakah seharusnya? Sebagaimana pada judul ...