Langsung ke konten utama

Di Balik Renunganku (part 1)

Aku heran juga terkejut melihat dunia ini. Begitu mudahnya kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Kalau itu dengan cara yang halal dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku, tentu tidak akan menjadi bahan pemikiranku. Tapi, bagaimana jika cara yang digunakan untuk mendapatkannya adalah dengan cara yang haram dan melanggar norma-norma yang berlaku? Tidakkah mereka, orang-orang yang menggunakan cara yang haram dan melanggar peraturan, berpikir dan merenungi apa yang telah mereka perbuat?


Bahkan mereka merelakan nyawa orang-orang yang mereka sayangi dan cintai kandas dari dunia ini demi mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka lebih mementingkan kepuasan diri dengan mengesampingkan orang-orang di sekitarnya. Sekali lagi, aku benar-benar terlarut dalam keheranan dan keterkejutanku.

Bagaimana tidak? Apa yang telah mereka lakukan dan perbuat sangat bertentangan dengan hak asasi manusia di mana orang-orang yang telah mereka dzolimi juga memiliki hak yang sama, mendapatkan apa yang diinginkan. Ketika uang sudah menyinari mata kita, hilanglah sudah harga kita. Dengan mudah kita menyerahkan apa yang menjadi hak kita, terkecuali orang-orang yang masih memiliki hati nurani.

Beginilah yang kulihat meski tidak setiap hari kulihat. Tapi, setidaknya aku melihat bahwasanya telah terjadi ketidakadilan di mana si kaya dapat berkuasa dengan hartanya yang melimpah ruah dan si miskin yang hanya bisa menelan air ludahnya dengan penuh rasa iri terhadap apa yang dimiliki oleh si kaya dan berharap, “Kapan aku bisa sepertinya?”

Dan ada pula kulihat di mana orang-orang tua yang terbaring di pinggir jalan bersama keluarganya sementara di sekitarnya terdapat rumah-rumah megah dan mewah. Di manakah mereka, yang memiliki rumah-rumah megah dan mewah tersebut? Tidakkah mereka melihat? Benar-benar mengherankan dan membingungkan.

Mungkin, jika ada yang membaca renunganku ini, akan ada yang berkata,

“Sok mikir lo!! Buat apa sih mikirin kayak begitu? Mendingan urus aja diri sendiri dan biarkan mereka menjalani apa yang udah mereka lakukan.”

“Ga usah deh sok peduli ama yang kayak begitu. Toh, mereka juga ga bakal peduli ama kita.”

atau apapun jenis perkataannya. Bukan berarti aku berprasangka buruk. Tetapi, di mana ada positif, di sanalah bersarang negatif. Biarlah orang-orang tersebut berkata apa dan kita tetap pada apa yang kita jalani selama itu benar.

Dalam renunganku ini, ada sebuah perkataan yang sangat kuingat dan setidaknya memberikan sedikit pencerahan untuk renunganku ini. Perkataan tersebut adalah,

“Di mana pun kita berada dan menetap, pastilah akan didapatkan kebaikan dan kejahatan di daerah tersebut. Karena pada hakekatnya di dunia ini kita hidup di atas perbedaan dan perbandingan. Pria dengan wanita, air dengan api, dingin dengan panas dan berbagai contoh lainnya. Itu semua berlaku sampai pada lingkungan ahli ilmu dan ahli agama. Di dalam lingkungan mereka tidaklah seluruhnya berisi kebaikan. Sekecil apapun itu, pasti ada keburukan di dalamnya. Hanya kita yang dapat menyesuaikan diri, mau di mana kita berada dan menetap, kita yang paling mengetahui apa yang harus kita lakukan.”

Jadi, sikap kita sangat diperlukan dalam mengatasi masalah yang kita hadapi. Semakin kita berusaha jauh dari masalah, maka semakin masalah tersebut akan mendekat kepada kita agar segera diselesaikan. Renunganku ini adalah sebagai himbauan agar aku dan kalian dapat menyesuaikan diri dengan masalah yang kita hadapi. Masalah Negara bukanlah masalah yang harus dihadapi oleh Negara sendiri. Tetapi, masalah Negara adalah tanggung jawab bersama. Jangan berpikir bahwa Negara tidak memberikan apa-apa untuk kita! Tapi berpikirlah, apa yang sudah kita berikan kepada Negara kita? Itu akan membuat kita membuka mata hati kita.

Allahu A’lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kemampuan Personal 1

Kemampuan personal merupakan kemampuan yang datangnya dari diri sendiri, dengan pengetahuan mampu menunjukkan sikap, tingkah laku dan tindakan yang menggambarkan kepribadian Indonesia, memahami nilai-nilai keagamaan, memiliki wawasan yang luas dan mempunyai kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Kemampuan personal juga merupakan salah satu dari kemampuan yang harus dimiliki oleh seseorang disamping kemampuan akademik dan kemampuan profesional. Kemampuan akademik adalah kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi secara ilmiah, baik secara tersirat maupun tersurat, mendalami dan menguasai peralatan analisis, berfikir secara logis, kritis, penuh dengan perhitungan yang matang, mampu merumuskan dan menuntaskan masalah. Sedangkan kemampuan profesional adalah kemampuan dalam suatu bidang profesi yang ahli di bidangnya. Sebagai contoh saja, jika salah satu dari tiga keterampilan atau kemampuan tersebut tidak dimiliki dan dikuasai oleh seorang bendah...

Manusia dan Harapan

Tiap manusia memiliki harapan. Kalau tidak memiliki harapan, manusia bagaikan seonggok daging berbentuk indah, terstruktur yang hidup. Harapan akan menjadi sebuah kenyataan jika kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh, berdoa dan memohon kepada Yang Maha Kuasa agar kiranya harapan kita dikabulkan. Dengan segala harapan yang dimiliki seseorang, mereka akan berjuang demi mencapai harapannya. Namun, ia tidak sendiri. Ada sejumlah orang di sekitarnya yang dapat membantunya. Karena itulah akan terjadi sebuah interaksi sosial sehingga manusia disebut makhluk sosial. Manusia dengan segala harapannya berkeinginan agar semua harapannya dapat terwujudkan. Akan tetapi, apakah akan didapatkan dengan mudah tanpa usaha sama sekali? Semua akan bisa dan dapat terealisasikan sesuai dengan apa yang kita harapkan jika saja kita yakin, percaya, berusaha dan tawakkal kepada-Nya. Itu kuncinya. Tanpa kunci tersebut, belum tentu harapan kita dapat terealisasikan. Allahu A’lam..

Manusia dan Pandangan Hidup

Tiap orang pastilah memiliki pandangan hidup mereka. Dengan pandangan mereka tersebut jadilah sebuah prinsip hidup. Ada yang menjadikan pengalaman mereka sebagai pandangan hidup mereka, ada juga yang menjadikan orang-orang berpengaruh sebagai pandangan hidup mereka dan masih banyak lagi rujukan-rujukan mereka yang dijadikan sebagai prinsip dan pandangan hidup mereka. Semua itu tidak masalah. Tiap orang memiliki tujuan hidup dan pandangan hidup masing-masing. Karena dengan itulah, mungkin mereka bisa memotivasi diri mereka agar bisa bertahan hidup di tengah-tengah persaingan yang ketat di kehidupan ini. Namun, yang menjadi masalah adalah apakah prinsip dan pandangan hidup kita ini sudah benar, benar dalam artian tidak mengganggu keresahan orang-orang di sekitar kita, tidak juga merugikan mereka? Ada sebahagian orang yang memiliki pandangan hidup, tetapi membuat resah orang-orang di sekitarnya. Seperti yang sedang heboh beritanya akhir-akhir ini mengenai teroris. Apa yang mereka ingi...