Langsung ke konten utama

Kaidah Penting

Ada sebuah pernyataan atau bisa dikategorikan sebuah keinginan yang begitu diimpikan oleh banyak umat manusia. Pernyataan atau keinginan tersebut adalah, “Saya menginginkan hidup dalam suasana yang damai, aman terkendali dan tentram dimana tiada kejahatan, kerusakan, sengketa, kerusuhan, perselisihan, permusuhan dan pertikaian.”

Sekali lagi, pernyataan atau keinginan tersebut begitu sangat didambakan oleh kebanyakan umat manusia. Siapa, sih, yang tidak menginginkan hidup dalam kedamaian? Tiada terdengar suara-suara yang membicarakan kejahatan, tali persahabatan yang begitu erat dan semuanya berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang diinginkan. Namun, apakah semua itu bisa diwujudkan?


Jawabannya adalah, ‘Ya!’. Kenapa tidak? Semua yang ada di dunia ini tiada yang mustahil. Akan tetapi, kita tidak akan pernah bisa menghapus, bahkan menghilangkan esensi dari kejahatan, kerusakan dan sejenisnya. Pertanyaannya adalah, mengapa demikian?

Ada sebuah kaidah dalam kehidupan atau bisa juga dikatakan sebagai hukum alam, atau lebih tepatnya adalah sudah menjadi ketetapan Yang Maha Kuasa, bahwasanya di manapun kita berada, di waktu manapun kita jalani, kita tak akan pernah mendapati seluruh isi daripada daerah yang kita singgahi baik semua. Pasti ada, walaupun hanya segelintir kelompok saja, yang berisikan keburukan. Sekali lagi, pasti ada meskipun kita berada di sekumpulan orang yang sholeh dan sholehah. Kenapa? Karena itu telah menjadi ketentuan daripada Yang Maha Kuasa.

Jadi, mau di belahan mana pun kita berada pasti ditemukan keburukan di sana. Apakah kita bisa menghapuskannya? Tidak bisa. Itu sudah merupakan sunnatulloh yang tiada bisa dipungkiri lagi. Karena Allah menciptakan sesuatu di muka bumi ini dengan lawannya, baik dengan buruk, kaya dengan miskin, dan masih banyak contoh lainnya.

Ada sebahagian orang yang memiliki pemikiran yang mana bisa menghapuskan kejahatan dan segala bentuk keburukan yang ada di bumi Allah ini. Padahal tidak bisa! Kalau memang bisa dihapuskan, apa gunanya ada aparat kepolisian? Atau sejenisnya? Kita hanya bisa meminimalisir saja. Itu saja.

Jadi, semua yang kita inginkan tadi bisa dan dapat saja diwujudkan. Hanya saja bukan menghapuskannya, tetapi dengan meminimalisir.

Allahu A’lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manusia dan Keindahan

Tiada keraguan sedikitpun bahwasanya di dalam naluri tiap manusia menyukai yang namanya keindahan. Sungguh sangatlah aneh jika ada seorang manusia menyalahi atau tidak menyukai keindahan. Keindahan yang begitu menyejukkan mata, menenangkan hati dan menentramkan jiwa sangatlah memanjakan diri. Sungguh sebuah anugrah yang tiada tara jika kita dapat menikmati keindahan yang ada di dunia ini. Bagaimana jika kita tidak dapat menikmatinya? Entah itu karena disebabkan kita tidak bisa melihat atau yang lain? Kita hanya bisa menggigit jari dan mendengar saja apa yang disampaikan kepada kita mengenai keindahan alam sekitar kita. Sekedar menjadi penikmat buta saja. Oleh karenanya, sudah sepantasnya kita bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kita kenikmatan yang tiada tara sehingga kita dapat menikmati keindahan ciptaan-Nya. Manusia terbagi ke dalam dua jenis, laki-laki dan perempuan. Laki-laki memiliki ciri dan karakter tersendiri. Begitu pun perempuan. Laki-laki memandang keindahan da...

Di Balik Renunganku (part 1)

Aku heran juga terkejut melihat dunia ini. Begitu mudahnya kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Kalau itu dengan cara yang halal dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku, tentu tidak akan menjadi bahan pemikiranku. Tapi, bagaimana jika cara yang digunakan untuk mendapatkannya adalah dengan cara yang haram dan melanggar norma-norma yang berlaku? Tidakkah mereka, orang-orang yang menggunakan cara yang haram dan melanggar peraturan, berpikir dan merenungi apa yang telah mereka perbuat? Bahkan mereka merelakan nyawa orang-orang yang mereka sayangi dan cintai kandas dari dunia ini demi mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka lebih mementingkan kepuasan diri dengan mengesampingkan orang-orang di sekitarnya. Sekali lagi, aku benar-benar terlarut dalam keheranan dan keterkejutanku. Bagaimana tidak? Apa yang telah mereka lakukan dan perbuat sangat bertentangan dengan hak asasi manusia di mana orang-orang yang telah mereka dzolimi juga memiliki hak yang sama, mendapatkan apa ya...

Mencari Jalan Tengah Antara Lelaki dan Perempuan

Seorang lelaki mengatakan kepada seorang perempuan, “Kamu harusnya ngertiin aku dong! Aku sudah capek begini, kamu masih aja maksa aku nemenin kamu jalan-jalan.” Padahal di sisi lain, si lelaki tidak mengerti si perempuan. Kesannya hanya ingin dimengerti saja. Dan seorang perempuan mengatakan kepada seorang lelaki, “Kamu gimana, sih? Masa aku harus datang ke tempat kamu sekarang? Aku kan lagi sakit. Kamu ngertiin aku kenapa sih?” Padahal di sisi lain, si perempuan tidak mengerti si lelaki. Kesannya adalah sama, ingin dimengerti. Dari kedua ilustrasi di atas, terjadi kurangnya rasa pengertian antara lelaki dan perempuan. Di suatu sisi, si lelaki menginginkan untuk diperhatikan oleh si perempuan. Dan begitu pula perempuan, menginginkan untuk diperhatikan oleh si lelaki. Terjadi ketidakseimbangan keinginan antara mereka yang mana memang tiap individu menginginkan untuk diperhatikan. Hal ini merupakan bentuk daripada sebuah keegoisan. Bagaimanakah seharusnya? Sebagaimana pada judul ...